Kita telah mendengar sebuah inovasi yang mengejutkan pada segmen
smartphone. pasalnya samsung dan LG telah menggunakan layar melengkung
pada salah satu ponsel besutan mereka. hal ini tentu mengundang
pertanyaan bagi kita "bagaimana caranya sebuah layar berbentuk
melengkung?" karena pada umumnya layar yang kita
jumpai berbentuk rata. teknologi yang disusung menggunakan teknologi OLED (organic light-emitting diode) dengan kelebihan layar melengkung, yakni :
1. nyaman dalam genggaman tangan pengguna
2. memiliki kualitas tampilan yang lebih tinggi - mengurangi pantulan dari cahaya lingkungan sekitar
3. warna cemerlang
4. respon yang cepat
5. sudut pandang lebar
Mengenal OLED
OLED adalah sebuah semikonduktor sebagai pemancar cahaya yang terbuat dari lapisan organik (berbasis karbon) yang memancarkan cahaya ketika dialiri listrik. OLED digunakan dalam teknologi elektroluminensi,
seperti pada aplikasi tampilan layar atau sensor. OLED tidak memerlukan backlight dan filter seperti layar LCD, sehingga konsumsi daya OLED lebih efisien dan lebih tipis. Teknologi ini
terkenal fleksibel dengan ketipisannya yang mencapai kurang dari 1 mm. karena fleksibilitas OLED maka layar ini mudah untuk dibuat melengkung.
Cara kerja OLED
Struktur OLED terdiri atas lapisan kaca terbuat dari oksida timah-indium yang berfungsi sebagai elektrode positif atau anode, lapisan organik dari diamine aromatik dengan ketebalan 750 nm, lapisan pemancar cahaya yang terbuat dari senyawa metal kompleks misalnya 8-hydroxyquinoline aluminium, dan lapisan elektrode negatif atau katode terbuat dari campuran logam magnesium dan perak dengan perbandingan atom 10:1. Konstruksi keseluruhan lapisan tidak lebih dari 500 nm, artinya OLED sama tipis dengan selembar kertas.![]() |
| struktur dasar OLED |
Mekanisme kerja OLED yaitu jika pada elektrode diberikan medan listrik, fungsi kerja katode akan turun dan membuat elektron-elektron bergerak dari katode menuju pita konduksi di lapisan organik. Keadaan ini mengakibatkan munculnya lubang (hole) di pita valensi. Anode akan mendorong lubang untuk bergerak menuju pita valensi bahan organik. Keadaan ini mengakibatkan terjadinya proses rekombinasi elektron dan lubang di dalam lapisan organik dimana elektron akan turun dan bersatu dengan lubang lalu memberikan kelebihan energi dalam bentuk foton cahaya dengan panjang gelombang tertentu. Pada akhirnya akan diperoleh satu jenis pancaran cahaya dengan panjang gelombang tertentu bergantung pada jenis bahan pemancar cahaya yang digunakan.
![]() |
| cara kerja OLED |
Bagaimana OLED dibuat
| layar OLED |
Membuat OLED melibatkan beberapa tahap :
- mengambil substrat
- membersihkan
- membuat backplane (switching & pengendalian sirkuit)
- pembentukan dan pembuatan pola lapisan organik
- enkapsulasi seluruh hal untuk mencegah debu, oksigen, dan kerusakan kelembapan
Bahan pembuatan OLED
Ada beberapa jenis bahan OLED. Pembagian paling dasar adalah antara molekul kecil OLEDs dan yang molekul besar (disebut Polymer OLEDs, atau P-OLED). Hampir semua OLEDs dibuat saat ini adalah berbasis SM-OLED. Bahan-bahan yang evaporable dan jauh lebih maju daripada P-OLEDs. P-OLEDs menjanjikan dan memberikan solusi processable (sehingga dapat digunakan dalam pencetakan Inkjet dan spin-coating metode fabrikasi). Penelitian intensif sedang dilakukan untuk mengembangkan solusi yang efisien-processable SM-OLEDs.Bahan yang menarik lainnya adalah bahan Fluorescent dan Phosphorescent. Bahan neon bertahan lebih lama, tetapi jauh lebih efisien daripada bahan Phosphorescent. Kebanyakan orang setuju bahwa masa depan OLED beralih ke bahan Phosphorescent, meskipun masih ada tantangan dalam mengembangkan Blue Phosphorescent OLED yang tahan lama. Karena bukan tidak mungkin untuk menggabungkan bahan-bahan menjadi satu.
kelebihan dan kekurangan OLED :
Kelebihan :- Tampilan OLED baru dan menarik. Layar terbuat dari gabungan warna dalam kaca transparan sangat tipis sehingga ringan dan fleksibel.
- Kemampuan OLED untuk beroperasi sebagai sumber cahaya yang menghasilkan cahaya putih terang saat dihubungkan dengan sumber listrik.
- Konsumsi daya listrik yang rendah dan terbuat dari bahan organik menjadikan OLED sebagai teknologi ramah lingkungan.
- Biaya operasional yang relatif rendah dan proses perakitan yang relatif sederhana dibandingkan LCD. OLED dapat dicetak ke atas substrat yang sesuai dengan menggunakan teknologi pencetak tinta semprot (inkjet printer).
- Memiliki jangkauan wilayah warna, tingkat terang, dan tampilan sudut pandang yang sangat luas. Piksel OLED memancarkan cahaya secara langsung sedangkan LCD menggunakan teknologi cahaya belakang (backlight) sehingga tidak memancarkan warna yang sebenarnya.
- OLED memiliki waktu reaksi yang lebih cepat. Layar LCD memiliki waktu reaksi 8-12 milisekon, sedangkan OLED hanya kurang dari 0.01 ms.
- OLED dapat dioperasikan dalam batasan suhu yang lebih lebar.
- Masalah teknis OLED yaitu masa bertahan bahan organik yang terbatas, sekitar 14.000 jam dibandingkan layar datar lain yang bisa mencapai 60.000 jam. Pada tahun 2007, masa bertahan OLED dikembangkan menjadi 198.000 jam.
- Kelembaban dapat memperpendek umur OLED. Bahan kandungan organik di dalam OLED dapat rusak jika terkena air.
- Pengembangan proses segel (improved sealing process) dalam praktik pembuatan OLED dapat membatasi masa bertahan tampilan.
- Dalam piranti OLED multi-warna yang ada sekarang, intensitas cahaya yang dihasilkan untuk warna tertentu belum cukup terang.
- Harga produk yang cenderung mahal sehingga masih belum terjangkau oleh kalangan umum.
- http://spectrum.ieee.org/tech-talk/consumer-electronics/portable-devices/curved-screen-smartphone-is-on-its-way
- http://id.wikipedia.org/wiki/OLED
- http://ardy07.blogspot.com/2012/10/mengenal-teknologi-oled.html
- http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/11/untuk-apa-layar-melengkung-pada-smartphone




woow!!infonya membantu sekali..terimakasiih yaa..
BalasHapusijin repost mas
postnya bagus (y)
BalasHapusGood.... (6$_$)6
BalasHapus